follow, live, choose

my dreams, my life, my future

Baluran: Tempat Miskin (baca: gak ada) Sinyal tapi Kaya Pesona

Hai Bloggers,

Di blog saya yang sebelumnya, saya bilang bahwa saya bakalan nge-post everything about rock band kakek-kakek favorit saya. Tapi saya tunda dulu deh untuk beberapa posting-an ke depan karena semalem saya iseng melihat-lihat foto-foto di dalam folder pribadi saya, dan tanpa sengaja perhatian saya tersita oleh satu folder foto dengan judul “Banyuwangi”. Foto-foto ini adalah hasil karya yang keren tiada tandingan karena diambil dengan kamera dewa-nya Mas Kinan-selanjutnya akrab disebut Mas “K” (salah satu karya asololey-nya Mas K itu foto yang saya pake buat desain dan avatar blog ini), almarhum kamera Mas Pras (disebut almarhum karena dianggap sudah tiada, padahal sebenernya ilang), dan beberapa hasil jepretan Mbak Arika serta Mbak Dhani. Kami jalan berlima, dan kelihatan kan siapa yang paling gak modal karena gak turut menyumbangkan satu karya (foto) pun dalam jejak perjalanan kami. Hahaha~~😀

Sebenernya perjalanan ini udah lama sih, Januari 2012 alias empat bulan yang lalu. Tapi masih relevan juga kan saya nge-post tulisan ini paling nggak saya bisa berkontribusi sedikit buat dunia per-escape-an dan referensi tempat escape buat yang suka wisata alam. Kenapa saya sebut escape? karena tempat ini bener2 gak ada sinyal sehingga tidak memungkinkan teman-teman untuk menerima e-mail yang bisa saja tiba-tiba menanyakan “anggaran untuk kegiatan A sudah disiapkan?” atau “modul untuk pelatihan daerah X sudah dicetak?” hihihihi…

Banyuwangi, nama folder yang berisi foto-foto gahul itu sebenernya bukan nama yang cukup representatif karena sebenarnya pengambilan foto2 itu dilakukan di Baluran (baca: tempat tanpa sinyal). Baluran (siapa yang belum pernah denger?) is the most unpredictably amazing place for me! Letaknya di Provinsi Jawa Timur paling ujung. Berjarak 2 jam perjalanan pakai mobil dengan sopir dewa dari Banyuwangi. Jauh? Absolutely! Tapi kalau udah sampe sana, beuuuhhh jangan ditanya! Kebayar deh semua jerih payah perjalanan kita yang lebih dari 12 jam dari Jogja. Emang kayak apa sih Baluran itu? Ada apa aja di sana? Nanti dulu, biar penasaran (kalo yang udah pernah ke sana ya silakan dijawab sendiri :D)

Nah, bagaimana cerita perjalanan kami berlima sampai ke tempat miskin (baca: ga ada!) sinyal itu?

Awal cerita dimulai. Hari Jumat, di bulan Januari, jam 5 sore, kami berlima berkumpul di terminal yang menurut saya jauhnya na’udzubllah. Terminal Giwangan. Haha, maklum saya baru pertama kali itu ke terminal Giwangan karena saya pulang kampung selalu via terminal Jombor. Dan satu fakta yang paling mengejutkan adalah, ternyata Mas Pras kenal hampir semua penghuni terminal Giwangan, subhanallah🙂.. Dan di sinilah saya pertama kali kenal Mas K. Kami menempuh perjalanan yang sangat puwanjaaaaang! kami naik bus ekonomi AC yang lumayan enak, sayangnya tempat duduk yang 3 kursi terlalu sempit. Apakah ini karena faktor X? Di tengah-tengah perjalanan kami sempet dong foto-foto narsis😀

Mengisi waktu perjalanan

Dari Jogja, tujuan pertama kita adalah Banyuwangi. Di sepanjang perjalanan, ada cerita dompet Mbak Arika jatuh, Mbak Arika hampir ketinggalan di Pom Bensin karena mengira saya dan Mbak Dhani mau beli cilok, ada orang tidur desek2 ke arah kami, autis dengan mainan anak2 yang dibeli di bus untuk dihadiahkan ke keponakan2nya Mbak Dhani di Banyuwangi, dan masih banyak lagi. Singkat cerita, sekitar pukul 7 pagi hari Sabtu kami sampai di kota Banyuwangi setelah melewati puluhan kota yang terbentang dari Jawa bagian selatan sampe Jawa bagian timur. Sempet nglewatin juga polsek tempat bapaknya Dewi Perssik bekerja (penting). Sampe di Banyuwangi, kami mampir rumah Budhe (kakak dari ibu/bapak)-nya Mbak Dhani dan numpang makan+mandi di sana.Sayangnya belum ada jepretan yang maknyuss yang diambil dari rumah budhenya Mbak Dhani ini. Para juru foto nampaknya kecapekan. Dari sinilah dimulai hari #1 perjalanan ini.

Hari #1

Setelah dandan cantik (baca: habis mandi dan ngisi perut), kami capcus ke BALURAN. Saya pernah dapat pelajaran IPS di SD bahwa Baluran adalah nama sebuah taman nasional. Sebatas itu. Nanti akan saya ceritakan bagaimana amazing-nya tempat yang namanya Baluran itu. Kami bertolak dari Banyuwangi ke Baluran naik mobil semacam Daihats* yang disopiri oleh kenalannya Pakdhe-nya Mbak Dhani. Kami harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam untuk mencapai objek yang dimaksud. Kami sempet bahas tentang bagaimana kalau kami berubah tujuan: nyebrang ke Bali aja dengan biaya ga nyampe 20ribu dengan waktu 45 menit karena saat itu kami melewati pelabuhan Ketapang tempat kapal Feri berlayar menuju Bali. Tapi tujuan utama tetap tujuan utama. Baluran, broooh. Meski diguyur hujan dan dilanda ngantuk karena semalaman di perjalanan, kita tetep curious sama perjalanan ini. Sekitar dua jam kemudian, kami sampe di pintu gerbang sekaligus koperasi yang di sana ada papan bertuliskan “Welcome to Baluran”. Ini salah satu dari beberapa gambar yang sempat kami ambil di sana.

Image

Di dekat Koperasi Baluran yang menjual bermacam souvenir khas Taman Nasional Baluran. Sayang sekali Koperasi ini tutup setiap hari Minggu.

Dan broh, and sist, betapa terkejutnya kami ketika tahu kalo yang namanya Baluran itu adalah tempat TANPA SINYAL. Untuk semua operator sejagat raya! Ini serius, gak lebay. And you know betapa menderitanya saya kalo sehari ke depan saya gak akan bisa menghubungi dan dihubungi oleh sipacar😦

Oke setelah kami berfoto2 gak penting di sana, kami masih harus menempuh sekian kilometer perjalanan lagi sebelum akhirnya kami sampai di “tempat tujuan”. Seharusnya di sepanjang perjalanan ini kami bisa melihat dari dalam mobil berbagai spesies hewan berkeliaran seperti di Taman Safari Bogor, tetapi karena sedikit gerimis, hewan-hewan jarang ditemui di sepanjang perjalanan. Cuma nemu kera, burung merak, dan segerombolan rusa. Yang membuat kami agak tenang adalah di sini belum ketemu harimau😀

Taman Nasional Baluran. Gunung dengan padang rumput yang luas sebagai habitat hewan-hewan dilindungi.

Akhirnya, setelah melewati padang rumput yang super luas, siang hari kami sampai di Pantai Baluran. Di pantai inilah kami akan menginap untuk satu malam. Sampai di sini, ternyata langit tak secerah suasana hati. Gerimis, tapi tetap eksis.

Setelah berfoto-foto liar dengan payung cantik, Here it is! cottage yang sudah dipesan oleh seseorang (yang akhirnya tidak ikut ke sini) untuk kami (off the record karena tidak boleh disebutkan namanya demi menjaga citra dan nama baiknya di seluruh jagat raya organisasi Islami di Indonesia #lebay). Cottage ini lumayan murah dan nyaman, tapi sayangnya agak kurang terawat alias kotor terutama kamar mandinya. Tapi at least bisa dihuni lah untuk sehari ke depan🙂. Cottage ini awsome sekali karena letaknya bener2 di pinggir pantai. Di depannya juga ada bekas perapian gitu. Eksotis!

Ini adalah pemandangan yang bisa ditangkap dari dalam cottage.

Kami datang ke cottage bukan berarti langsung bisa beristirahat. Bersih2 duluuuu! nyapu-nyapu, ngepel-ngepel, dan foto2 bersama bekal makanan kami yang banyaknya udah kayak orang mengembara di hutan belantara. Nah setelah sesi foto2 dan makan siang dengan bekal segambreng itu, lihat keluar, ambil gambar! Huaaahhh subhanallah bagus banget.

Image

Dari cottage melangkah keluar, disambut dengan hamparan laut yang luas dengan gerumbulan tumbuhan bakau mengitarinya. Udara yang sejuk menambah mood para wisatawan. Don’t bring your jacket, just feel the air🙂

Kami sempat menyewa satu perahu untuk berkeliling sebentar di sekitar pantai untuk melihat terumbu karang yang letaknya di bawah laut. Ini beberapa gambar yang sempat diambil di pantai Baluran sekitar cottage kami. Sayangnya, gambar-gambar terumbu karang yang sempat kami bidik semuanya kabur. Ya udah yang di-upload foto orangnya aja ya🙂

Image

Hamparan pasir yang putih menambah keindahan pantai Baluran. Sempatkan untuk berkeliling sekitar pantai. Take off your sandals and feel the sensation of the sand in your feet!😀

Image

Berfoto di antara pohon-pohonan kering ini sempat bikin saya kepikiran buat bikin foto prewed di sini kelak😀

Setelah capek kami jadi foto model, kami kembali ke cottage untuk berbenah diri sebelum malamnya kami memutuskan untuk ngobrol2 di warung yang ada di lokasi wisata itu. Ngantuk. Balik cottage, tidur. And this is the end of day #1.

Day #2

Selamat pagi! Ayo jalan-jalan. Rajin banget subuh-subuh udah bangun, shalat, cuci muka dan mungkin tanpa gosok gigi kami udah keluar kandang. Nunggu sunrise ceritanya. CERITANYAAAA! Tapi manaaa sunrise nya gak kelihatan karena awannya terlalu tebal.

Sunrise yang dicari gak muncul karena ketutup awan yang lumayan tebal.

Beranjak matahari terbit, kami nyoba jalan2 ke taman nasionalnya, ceritanya hiking, tapi kami kurang memperhitungkan kelembaban tanah sepanjang jalan sehabis diguyur hujan kemarin. Nah, di sinilah muncul masalah. Udah semangat2nya nih, kami cewek2 bertiga akhirnya menyerah dan memutuskan untuk pulang ke cottage lantaran sepatu dan sandal kami belepotan tanah basah. Pulang dengan nyeker.

Tips untuk hiking di jalan dengan kelembaban tinggi (baca: becek), pakailah sandal gunung atau sepatu hiking sekalian supaya anda tidak menyesal di akhir hayat

Setelah nyampe cottage lagi, langsung tanpa ampun kami cuci sandal dan sepatu kami dengan membabi buta. Setelah bersih, kami merasa tertantang untuk mencoba hal baru, yaitu mendayung.

Semoga gak kelihatan kalo airnya sebenernya gak dalem😀

Mendayung itu mudah asal dilakukan dengan penuh semangat karena dayung itu berat seperti barbel. Dan kalau gak perlu gak usah sok2an pake pelampung soalnya gak penting abis😀

Setelah kita lebih dari sejam berpanas-panas ria di bawah terik sinar matahari, kami berbenah diri lalu sarapan. Singkat cerita, setelah mamacan (maem-maem cantik), kami udah harus bersiap-siap pulang, hiks😦 Tidak lupa sebelum pulang kami sempatkan untuk berfoto dulu sambil menunggu driver datang. Gak lupa juga kami pamitan sama bapak2 penjaga lokasi wisata yang telah berbaik hati memberikan kami diskon khusus untuk mendayung.

Bye Baluran, we’ll meet again in other moments.

Perjalanan pulang. Artinya, kami harus menempuh perjalanan panjang lagi sebelum akhirnya sampai ke Banyuwangi, khususnya rumah Budhe-nya Mbak Dhani. Sebelum sampai rumah Budhe, kami menyempatkan dulu untuk beli oleh-oleh. Gila-gila belanja juga ternyata dua lelaki ini: Mas K dan Mas Pras, hihihi😀. Sampai di rumah Budhe nya Mbak Dhani, kami sempatkan dulu untuk berjalan-jalan di sawah sekitar rumah. Menariknya, di sana ada rel kereta api. Babat habis lah kami foto-foto di situ!

Railway is always interesting. Niatnya pasang muka pose galau tapi jadinya…? Entahlah. #deskripsikansendiri

Hari mulai beranjak malam. Kami harus beranjak meninggalkan tempat ini dan back to the real habitat. Sialnya, bus dari Banyuwangi ke Jogja itu susahnya minta ampun. Hampir sejam kami menunggu untuk akhirnya bisa bersorak karena dapet bus! Next, waktu kami habiskan untuk tidur dan tidur. Capek cyiiiiin.

Hari #3

Taraaaaa! Nyampe Jogja kami pagi2. Terminal Giwangan. Ngesop dulu di Sup Pak Min Klaten sambil ngobrol2 gak jelas sana-sini. Saya merasa benar-benar mendapat teman dekat yang baru dari short trip ini. Setelah ngesop, kami pun berpisah dan kembali ke kehidupan masing-masing.

Inilah cerita singkat yang panjang dari perjalanan awsome ke Baluran, tempat miskin sinyal tapi kaya pesona. Kami bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk mensyukuri dan menikmati indahnya karunia Tuhan YME melalui trip ini. Subhanallahu walhamdulillahi walailahaillallahu wallahuakbar.

God, thanks for creating those people in life.

and guys, thanks for taking me to your world!

I won’t forget all the way we have. We’re friends forever and always.

Salam hangat dari Jogja,

Sakina.

2 comments on “Baluran: Tempat Miskin (baca: gak ada) Sinyal tapi Kaya Pesona

  1. Dhani Astuti
    May 30, 2012

    Huahahahaha..it’s awosome journey when you wrote it this way sam🙂
    Walaupun hari pertama n kedua penuh dg nggerundel marah2 ke org yg g bs disebut namanya demi menjaga kehormatan dan kesucian wkwkwkwwk

    • sakinatantri
      June 8, 2012

      Hahahaha… iya aku sampe buoosseeennn denger kalian ngomel2 ke orang yang namanya tidak boleh disebut itu… aku yo sakjane sebel tapi yo biasa wae, hahaha.
      kangen mbak, ayo kalo balik jogja kita jalan2. hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 29, 2012 by in Little Escape.
%d bloggers like this: